Liburan LiburanCerita, tips, dan rekomendasi yang dipersiapkan dengan rapi.
travel

Menemukan Ketenangan di Air Terjun Lombongo: Liburan Singkat dari Marisa

Cerita perjalanan saya ke Air Terjun Lombongo dekat Marisa, Gorontalo. Destinasi tersembunyi untuk liburan hemat bersama keluarga.

29 May 2026 · 2 menit baca · oleh Lukita Ramadhan
Menemukan Ketenangan di Air Terjun Lombongo: Liburan Singkat dari Marisa

Sore itu saya memutuskan buat kabur dari rutinitas Marisa. Sebagai penulis yang sudah lima tahun menetap di sini, kadang saya lupa kalo Gorontalo menyimpan tempat-tempat yang belum banyak dijamah. Sehabis hujan, udara terasa lebih segar. Saya mengemasi ransel, ngajak istri dan dua anak, lalu meluncur ke arah timur. Tujuan: Air Terjun Lombongo, nama yang saya denger dari tetangga yang baru pulang mudik.

Menelusuri Jalan Setapak Menuju Lombongo

Dari pusat Marisa, perjalanan hanya makan waktu sekitar tiga puluh menit pake motor. Jalannya berkelok, melewati perkebunan cengkih dan sawah yang mulai menghijau. Setelah nyampe di pintu masuk, kami meninggalkan kendaraan dan lanjut jalan kaki. Jalurnya setapak, agak licin bekas hujan, tapi pemandangan di kanan-kiri sungguh ngobatin rasa lelah. Anak-anak saya berlari kecil, berseru setiap ngeliat kupu-kupu atau bunga liar. Saya inget betul suara gemericik air mulai kedengeran samar saat kami nurunin anak tangga batu.

Sesampainya di bawah, air terjun Lombongo keliatan kayak tirai putih yang jatuh dari tebing setinggi kurang lebih dua puluh meter. Kolam di bawahnya nggak terlalu dalem, aman buat anak-anak. Saya duduk diatas bongkahan batu besar, membiarkan kaki tercelup air dingin. Suara gemuruh air nelen semua pikiran tentang deadline dan tagihan. Istri saya ngambil foto, sementara anak-anak langsung main air tanpa ragu.

Sensasi Segar di Bawah Curahan Air

Kami ngabisin hampir dua jam di sana. Saya berani nyoba berdiri tepat di bawah curahan air. Rasanya kayak pijatan alami yang bikin pundak terasa enteng. Nggak banyak pengunjung hari itu. Cuma ada satu keluarga lain dari Gorontalo Kota yang lagi piknik. Mereka bawa bekal sederhana: nasi bungkus dan sambal goreng. Saya jadi inget kalo liburan nggak harus mahal. Tiket masuk Air Terjun Lombongo waktu itu cuma lima ribu rupiah per orang. Parkir motor gratis.

Sebelum pulang, kami mampir ke warung kecil di dekat parkiran buat beli air kelapa. Warung itu dikelola oleh seorang ibu yang juga jual keripik pisang buatan sendiri. Saya beli dua bungkus buat oleh-oleh. Di sinilah saya sadar bahwa pengalaman liburan yang paling berkesan bukanlah fasilitas mewah, melainkan interaksi dengan warga lokal dan alam yang masih asli.

Perjalanan kembali ke Marisa kerasa lebih cepet. Anak-anak tidur di jok depan, kepala nyandar di tas ransel. Saya senyum-senyum sendiri bayangin rencana liburan akhir pekan berikutnya mungkin ke pantai tersembunyi di selatan. Buat informasi lebih lanjut tentang destinasi wisata di Gorontalo, lo bisa baca halaman Wikipedia tentang Gorontalo yang memuat daftar objek wisata alam dan budaya. Air Terjun Lombongo layak masuk dalam daftar liburan singkat lo, apalagi kalo lo nyari ketenangan tanpa harus merogoh kocek dalem-dalem.

Tag: #liburan #wisata alam #gorontalo #air terjun #backpacker